21
Mei




INOVASI PENDIDIKAN


                 My X-cool
 
 










IRDA AMIR
NIM : 1543040013



2018



A.    Pendahuluan


Sebagai sebuah lembaga pendidikan, sekolah tidak hanya berperan dalam mengembangkan potensi peserta didik di dalam kelas. Namun, lebih dari itu sekolah dituntut dapat mengembangkan potensi manusiawi yang dimiliki siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
                        Kegiatan Ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah).

Kegiatan Ekstrakurikuler/ekskul ini adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.

A.    Permasalahan

Dengan adanya peraturan menteri seperti yang telah dijabarkan di atas, bahwa kegiatan ekskul harus dilaksanakan di luar jam belajar tentu membuat banyak sekolah menerapkan aturan bahwa kegiatan ekskul dilaksanakan setelah kegiatan belajar usai atau sepulang sekolah. Namun, permasalahan yang sering ditimbulkan yaitu :
·         Banyaknya siswa yang menjadikan kegiatan ekskul sebagai alasan kepada orangtua/wali untuk berlama-lama disekolah ataupun pergi lagi ke sekolah setelah pulang sekolah padahal tidak mengikuti kegiatan ekskul yang berlangsung di sekolah.  
·         Kurang adanya kontrol dari pihak sekolah (pembina ekskul) karena dilaksanakan diluar jam belajar sehingga sekolah tidak mengetahui  materi – materi yang dibahas dalam kegiatan ekskul tersebut telah sesuai atau tidak serta pihak sekolah tidak dapat mendeteksi keaktifan ekskul-ekskul yang ada disekolah tersebut

B.     Pembahasan

Adapun sebuah inovasi yang dapat saya kemukakan untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait kegiatan ekskul seperti yang dijabarkan sebelumnya yakni pembuatan aplikasi ekstrakurikuler sekolah yang dapat diakses secara online. Aplikasi ini dapat diunduh melalui google play. Aplikasi ini saya namakan “My X-cool
Mekanismenya yaitu   :
·         Hal yang utama ialah Pemerintah/yang terkait atau pihak sekolah   membuat/menyediakan aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau kegiatan ekskul di sekolah.
·         Adapun fitur-fitur utama dalam aplikasi tersebut yaitu :
1.      Fitur Review tentang jenis-jenis ekskul yang ada dalam sekolah tersebut serta penjelasan mengenai masing-masing ekskul.
2.      Fitur Absensi anggota pada setiap kegiatan, adapun yang memiliki akses untuk melakukan absensi ini yaitu pembina ekskul. Fitur ini dapat dilihat oleh setiap siswa maupun orangtua/wali siswa. Hal ini dilakukan agar orangtua/wali siswa dapat mengontrol siswa untuk memastikan siswa tersebut benar-benar mengikuti kegiatan
3.      Fitur laporan kegiatan, baik dokumentasi dalam bentuk foto, video, maupun laporan secara tertulis.
4.      Fitur Prestasi, admin sekolah memberikan informasi mengenai prestasi-prestasi yang didapat secara update sehingga memberikan contoh yang positif kepada siswa-siswa di sekolah tersebut serta masyarakat pada umumnya.
·         Adapun fitur-fitur pelengkap dalam aplikasi ini, :
1.       fitur showoff, dalam fitur ini masing-masing ekskul dapat mengupload passion atau kehebatan masing-masing ekskul. Misalnya, ekskul futsal membuat video tips bermain futsal; ekskul puisi membuat video siswa yang berpuisi; ataupun ekskul osis dapat mengupload pemberitahuan kegiatan yang akan diselenggarakan.
2.      Fitur Biodata, fitur ini berisi biodata seluruh siswa yang terlibat dalam organisasi.
·         Sosialisasi dilakukan oleh pihak sekolah kepada siswa serta orangtua/wali siswa maupun masyarakat .

C.    Dampak yang ditimbulkan

·         Dampak Positif
1.      Orangtua/wali siswa dapat memantau kegiatan ekskul siswa
2.      Pihak pemerintah dan masyarakat dapat mengawasi kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
3.      Ekstrakurikuler sekolah dapat dikenal oleh publik
4.      Memicu kreatifitas siswa
·         Dampak Negatif
1.      Dibutuhkan anggaran yang cukup banyak untuk merealisasikan aplikasi ini
2.      Banyak memakan waktu, tenaga, dan biaya dalam sosialisasi penggunaan aplikasi ini.
3.      Dapat memicu terjadi kejahatan terhadap siswa karena semua orang dapat mengakses aplikasi ini.


DAFTAR PUSTAKA
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2014 TENTANG KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH









11
Juni

(Respon 7)

Dalam sebuah organisasi pasti terjadi konflik, konflik besar maupun kecil. Sehingga perlu diadakannya manajemen konflik.
Manajemen konflik ialah langkah-langkah menyelesaikan konflik,  membatasi aspek-aspek negatif dari konflik agar tidak mempengaruhi organisasi dan sekaligus meningkatkan aspek positif dari konflik.  Konflik organisasi dapat dibagi menjadi dua yaitu intra organisasi(konflik yang terjadi dalam suatu organisasi),  dan inter oranisasi(konflik yang terjadi di luar organisasi).  
Ada 5 resolusi Konflik yang bisa digunakan dalam manajemen konflik :
1.       Avoidance (Penghindaran-non asertif, nonkoperatif) , strategi jangka pendek dimana apabila ada konflik dan konflik tersebut tidak bersifat mendesak maka sebaiknya dilakukan penghindaran. Hal ini tentu untuk mengefektifkan kerja organisasi.
2.       Akomodasi-nonasertif-koperatif, tahapan ini menjelaskan bahwa aspirasi/kebutuhan ditampung untuk nantinya dipenuhi.
3.       Kompromi-Beberapa ketegasan- beberapa kerja sama, Kompromi adalah persetujuan dengan jalan damai atau saling mengurangi tuntutan.
4.       Kompetisi-Tegas_nonkperatif), kompetisi initentang memastikan kebutuhan satu pihak terpenuhi , dan pihak lain yang tidak memiliki hubungan penting menjadi kalah. Strategi menang-kalah berguna jika ada tenggat waktu yang penting.
5.       Kolaborasi-Tegas-koperatif, yaitu strategi untuk melihat hal-hal dari semua pihak secara rinci. Mengakui dan menerima perbedaan, dan mengeksplorasi solusi alternatif yang memenuhi kebutuhan semua pihak.

Ada berbagai gaya konflik, seperti Gaya konflik penghindaran; Gaya konflik unggul; Gaya konflik Kompetitif; Gaya konflik kerja sama; dan gaya konflik konsiliasi.

Teori-teori Konflik
1.       Teori hubungan masyarakat, menganggap bahwa konflik terjadi akibat dari ketidakpercayaan dan pemusuhan di antara kelompok masyarakat.
Sasarannya, mengusahakan sikap toleransi antar masyarakat.
2.       Teori Kebutuhan manusia, menganggap bahwa konflik terjadi akibat dari kebutuhan dasar manusia. Sasarannya, mengupayakan bersama kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi.
3.       Teori Negosiasi prinsip, menganggap bahwa konflik terjadi karena posisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan oleh pihak yang mengalami konflik. Sasarannya, membantu pihak yang berkonflik untuk bernegosiasi berdasarkan kepentingan bersama.
4.       Teori Identitas, menganggap bahwa konflik terjadi karena identitas yang terancam. Sasarannya, mengidentifikasi ancaman dan ketakutan antara pihak dan membangun rasa empati dan rekosiliasi antara mreka.
5.       Teori kesalahpahaman antar budaya,  menganggap bahwa konflik terjadi karena ketidakcocokan dalam cara berkomunikasi antar budaya yang berbeda. Sasaran, meningkatkan keefektifan komunikasi antar budaya dan menggunakan bahasa persatuan yang sama.
6.       Teori Transformasi Konflik, menganggap bahwa konflik terjadi karena masalah ketidaksetaraan/ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosial budaya dan ekonomi. Sasarannya, mengubah struktur dan kerangka kerja yang menyebabkan kesenjangan.


Dalam menyelesaikan sebuah konflik, perlu diketahui konteksnya terlebih dahulu. Jalinan komunikasi yang baik antar pihak tentu memudahkan penyelesaian konflik tersebut.

09
Juni

(Respon 6)
Citra dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah rupa; gambar; gambaran. Sedangkan Citra organisasi adalah gambaran diri publik terhadap perusahaan, kesan yang sengaja diciptakan dari suatu organisasi.  Ada berbagai jenis citra yang dapat digunakan organisasi, semua tergantung pada apa tujuan yang hendak dicapai organisasi dan fungsi PR dalam membentuk citra tersebut. Ada 4 unsur terbentuknya citra, yaitu pengetahuan atau pengalaman, emosi atau afeksi, nilai , dan kepercayaan.
                Pembentukan citra dimulai dengan stimulus yang berasal dari luar(informasi) dikelola sehingga mempengaruhi respon. Dalam mengelola stimulus terdapat 4 komponen yang mempengaruhi, diantaranya persepsi-kognisi-motivasi-sikap.

Lain halnya dengan Reputasi. Reputasi organisasi adalah penilaian masyarakat mengenai citra organisasi. Reputasi bisa dikenal juga dengan istilah “image. Reputasi berkaitan dengan citra karena citra merupakan salah satu faktor pembentuk sebuah reputasi. Hal ini tidak lepas dari tugas PR organisasi.
  Terbentuknya reputasi dimulai dari identitas organisasiseperti Logo dan hal-hal fisik yang nampak, kemudian media komunikasiyang digunakan sepeti brosur dan pemberitaan media lainnya, dan yang terakhir adalah non-fisik seperti sejarah perusahaan dan filosofi organisasi.

Nilai dari komunikasi sangat mempengaruhi terbentuknya sebuah citra. Citra terbentuk didasarkan pada pengetahuan/pengalaman dan informasi yang diterima. Keefektivitasan anggota organisasi khususnya PR dalam menjalin komunikasi dan hubungan dengan Publik maupun pihak internal organisasi akan menumbuhkan citra yang baik dan reputasi yang baik pula.


07
Juni

(Respon 5)
Public relation (PR) atau yang akrab telinga masyarakat yaitu Hubungan masyarakat mempunyai peran penting dalam organisasi.
                Public relation berfungsi sebagai komunikator dari organisasi untuk menyebarluaskan informasi tertentu kepada khalayak ramai/ public baik publik internal maupun eksternal. Kegiatan PR diantaranya penyebaran informasi, penggiatan persuasi dan pengkajian pendapat umum. Dalam PR menggunakan dua model komunikasi, yaitu asimetris satu arah dan asimetris dua arah. Contoh media yang digunakan dalam asimetris satu arah misalnya televisi sedangkan asimetris dua arah misalnya social media yang dapat memberikan umpan balik, jawaban dari pertanyaan publik. Selain itu PR sebagai salah satu fungsi manajemen yang membangun dan menjaga hubungan yang baik yang dapat mempengaruhi organisasi.
                Selain menjaga hubungan baik, PR juga berperan sebagai creator, yaitu menciptakan ide-ide baru; sebagai conseptor yaitu pengonsep program-program PR; sebagai mediator, yaitu kemmpuan komunikasi yang baik yang dapat digunakan sebagai saluran informasi organisasi; sebagai problem solver, skill yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi.

   

07
Juni

(Respon 4)
Era kini Teknologi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, begitu pula pada organisasi.  Bahkan menurut Gordon & Gordon, 2000, teknologi informasilah yang menjadi factor penentu utama dari keberadaan organisasi. Teknologi digunakan untuk menghubungkan antar klien, teknologi digunakan untuk mengefisienkan kegiatan-kegiatan yang berhubungan, teknologi yang berfungsi untuk layanan kepada klien.
                Adapun manfaat teknologi mempunyai peran yang sangat besar pada kegiatan-kegiatan  oorganisasi. Diantaranya :
·         Perbaikan Efisiensi, maksudnya disini teknologi digunakan untuk membantu memudahkan pekerjaan operasional  lebih efisien dari segi waktu dan biaya
·         Perbaikan efektivitas, teknologi informasi membantu memudahkan kegiatan manajerial dengan keefektivitasan pekerjaan sehingga pekerjaan cepat selesai dan tujuan organisasi dapat dicapai.
·         Strategic Improvement, teknologi informasi membantu eksekutif organisasi dalam kemudahan dan ketepatan pengambilan keputusan.

Teknologi juga berfungsi dalam hal monitoring organisasi, perencanaan dan menjalin kemitraan dengan yang lebih luas.

Dengan adanya teknologi informas, maka produktivitas suatu organisasi akan meningkat. Penerapan teknologi komunikasi banyak menimbulkan dampak yang positif bagi organisasi itu sendiri.

Sebuah Organisasi ingin  memanfaatkan teknologi yang lebih modern namun disisi lain kemampuan sumber daya manusia untuk menggunakan teknologi masih kurang mendukung, apa langkah yang ditempuh organisasi tanpa harus memPHK pegawainya yang kurang mumpuni dalam menggunakan teknologi?


31
Mei

Respon 3 : Iklim Organisasi dan Iklim Komunikasi Organisasi

Iklim, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai suasana, atau keadaan. Sedangkan iklim organisasi itu sendiri menurut Davis and Hewstrom adalah lingkungan dimana para karyawan suatu organisasi melakuan pekerjaan mereka.
Menurut Gibson, Ivancevich dan Donelly iklim organisasi adalah serangkaian keadaan lingkungan yang dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh karyawan.
Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa iklim organisasi adalah serangkaian keadaan/suasana yang ada dalam lingkungan organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi itu sendiri dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam organisasi terdapat pula iklim komunikasi. Nah, iklim komunikasi inilah salah satu faktor  pembentuk  iklim organisasi. Hubungan komunikasi setiap pegawai yang  terjalin dengan baik ataupun buruk, akan mempengaruhi cara hidup orang-orang dalam sebuah organisasi dan tentu saja mempengaruhi perkembangan organisasi. Iklim Komunikasi memberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu. Keputusan yang diambil oleh masing-masing individu untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif, bersikap jujur dalam bekerja, meningkatkan loyalitas, ataupun  untuk mendukung rekan kerja  lainnya. 
Iklim organisasi bisa menjadi sangat baik, baik, sedang, cukup baik atau kurang baik. Sedangkan iklim komunikasi bisa sangat efektif, efektif, cukup efektif, kurang efektif, bahkan tidak efektif.
Hal yang sangat penting diperhatikan oleh pemimpin dan karyawan adalah bagaimana menciptakan komunikasi yang baik sehingga iklim yang terbentuk adalah iklim komunikasi yang positif.
Jadi, apa yang mempengaruhi iklim komunikasi organisasi?




03
Mei

(RESPON 2) KOMUNIKASI DAN KINERJA
Kinerja adalah hasil kerja dari seorang karyawan yang telah diberi tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang telah diberikan.  Dalam mendelegasikan tugas tentu dibutuhkan komunikasi antara si pemberi tugas dan si pengemban tugas. Dalam hal ini, komunikasi berperan penting dalam pemberian job description kepada bawahan. Konsep kerja yang telah jelas dan sistematis tentu memudahkan kinerja pegawai serta menghidari adanya misskomunikasi.
Tingkat keberhasilan Kinerja pegawai ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor kemampuan, motivasi, skill dan kondisi tubuh. Dalam kinerja pegawai juga perlu diadakan pengukuran agar dapat dijadikan dasar ataupun tolak ukur sejauh mana tingkat kemajuan pegawai dan sebagai bahan evaluasi kerja pegawai agar melaksanakan tugas secara efektif. Ada 6 kriteria utama yang digunakan untuk mengukur kinerja, yaitu:
1.       Quality, yaitu sejauhmana proses atau hasil pelaksanaan kegiatan mendekati kesempurnaan atau sesuai keinginan.
2.       Quantity, yaitu seberapa jumlah yang dihasilkan dari kinerja tersebut
3.       Timelines, yaitu kurun waktu yang digunakan dalam mengerjakan suatu tugas
4.       Cost effectivieness, yaitu tingkat sejauh mana penggunaan daya suatu organisasi secara efektif
5.       Need for Supervisor, yaitu tingkat sejauh mana seorang pegawai dalam melaksanakan suatu fungsi pekerjaan tanpa pengawasan supervisor untuk mencegah tindakan yang tidak diinginkan
6.       Interpersonal impact, yaitu tingkat sejauh mana karyawan atau pekerja memelihara harga diri, nama baik dan kerjasama dalam lingkungan kerja.

Selain itu, ada 7 elemen dalam meningkatkan  kinerja, yaitu:
- strategi
- struktur
- sistem
- skill
- staff
- style
- shared values




About this blog

Diberdayakan oleh Blogger.
Powered by Calendar Labs

Popular Posts

About

Blogger Widgets
WidgetBlog Rangga

Search